Monday, October 15, 2012

ATLS : Doctor is (not) a Licence to Kill


Advanced Trauma Life Support, pelatihan selama 3 hari yang cukup melelahkan, tapi menyenangkan. Jumat-Minggu lalu, 12-14 Oktober 2012 aku mengikuti ATLS di RS Dr. Soetomo Surabaya dengan biaya 4.5 juta rupiah. (Mahal ya?) Tapi memang sesuai karena didalamnya kita diajarkan beberapa skill dan hewan cobanya adalah kambing, bayangkan saja harga kambing berapa. Kita juga diajari beberapa skill pada manekin, yang perawatannya pasti juga membutuhkan dana. Aslinya, 4,5juta ini cukup mengguncang kantong, tapi tak ada yang cukup mahal bagi sebuah ilmu berharga –InsyaAllah-
Why ATLS? Alasan jujurnya adalah karena itu salah satu syarat untuk mengambil sekolah spesialis yang aku inginkan, alasan lain adalah karena itu juga salah satu syarat untuk menjadi TKHI (Tenaga Kesehatan Haji Indonesia). Nah, ternyata aku perlu memperbarui niat, ditambahkan bahwa alasan lainnya ikut ATLS adalah untuk melakukan tatalaksana tepat pada pasien trauma kecelakaan mengurangi mortalitas dan morbiditas. Satu lagi, agar dokter tidak dikaitkan pula dengan istilah “Licence to Kill” >_< Do no harm...
Konon cerita, antrian untuk bisa ikut ATLS itu paaaaanjang dan laaaama, jatah awalku mengikuti ini sebenarnya pada Oktober 2014, Alhamdulillah dapat dua tahun lebih awal!! Rahasianya? Menelpon panitia sesering mungkin. “Ibu, saya Jofan Viradella, antrian Okt 2014, apa ada peserta yang mengundurkan diri atau ada bangku kosong dalam waktu dekat?” begitu kira-kira teleponnya.
Fasilitas yang kita dapat : text book ATLS yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia (thank to our instructur). Di halaman pertama bukunya ada tulisan caps lock (BUKU INI HARAP DIBACA SAMPAI HABIS), wah! Sudah terjemahan aja aku baru sanggup baca 1/3 awal buku, ga kebayang kalau harus baca versi asli English-nya >_<. Tips bagi yang belum sempat baca selesai bukunya : minimal scanning, baca kalimat yang diberi warna merah, plus ringkasan babnya. Biasanya, beberapa soal ga jauh-jauh dari kalimat warna merah itu, hehe. oOya, ada ATLS kit : ransel, note book, pulpen. Dan tenang saja, kita disugu dengan makan siang prasmanan dan dua kali coffee break, jangan takut kelaparan.
Jadwal kegiatannya padat, dimulai pukul 7 pagi tet, sampai sore menjelang magrib. Hari pertama ada course dinner, makan malam ekstra yang disediakan panitia. Alhasil kepulanganku 3 hari berturut-turut adalah jam 20.00, 18.00, 15.00. Kuceritakan singkat garis besar jadwalnya ya. Hari pertama dimulai dengan mengumpulkan pre test yang telah dibagikan sebelumnya, pembahasan materi mulai bab 1 sampai bab 8, dan demo. Demo tentang penanganan awal trauma (primary survey) ini perlu dicatat! Jangan terkesima pada instruktur dan hanya ternganga, catat setiap tindakan dan perkataan instruktur karena itu patokan saat ujian initial assessment (praktek). Setelah materi dan demo, hari pertamaku ditutup dengan skill stasion pada manekin.
Hari kedua dimulai dengan penghabisan materi bab 9 sampai 13, dilanjut demo secondary survey. Setelahnya ada marathon skill stasion, diskusi mengenai triage dan pembahasan soal pretest. Sorenya, aku berlumurkan bau kambing, dua jam bersama kambing. Satu kambing untuk 4 orang peserta, kita masing-masing mencoba venous cutdown, diagnostic peritoneal lavage, chest tube, needle and surgical cricotyroidotomy. Kambing yang kita gunakan ini masih hidup, namun di general anestesi. Bagi yang tidak tega, harap ditahan ya, demi latihan
Hari ketiga adalah full ujian. Jam 7 tet, kita disuguhkan post test 40 soal dalam waktu 60 menit. Selanjutnya ada simulasi ujian initial assessment selama 1 jam. Dari awal skill stasion kita dibagi menjadi 8 kelompok, A-H, begitupun saat simulasi ini, kita dibagi menjadi 8 kelompok dan masing-masing mendapat kasus dan pembimbing yang berbeda. Aku kelompok F, mendapat kasus KLL, multiple trauma dengan hematotoraks dan open fraktur femur. Segera setelah selesai, aku dan kelompokku berburu soal kelompok B. Kenapa? Karena soal dan pembimbing simulasi kelompok B yang akan menjadi soal dan penguji kelompok F (tukerannya adalah A-E, B-F, C-G, D-H). Soal kelompok B adalah post berantem, luka tusuk toraks belakang, curiga cardiac tamponade dan perdarahan intraabdominal, wuih! Gimana cerita lengkap ujianku? Tenang, artikel ini masih panjang
To be continued ya temans...

Sunday, October 7, 2012

86400 Detikku Minggu Ini

Dua nikmat yang terlalu sering kita siakan, kesehatan dan waktu luang. Dua itulah yang sekarang ada padaku hari ini. Dan benarlah sudah, entah kenapa rasanya baru sejam yang lalu bangun tidur, dan sekarang sudah sore, senja magrib sudah intip-intip ingin keluar. Kemana 12 jam waktu pagiku?? Astagfirullaah...
Dua film telah habis ditonton, menghabiskan 4 jam waktu dengan cepat. Shinzanmono, tentang detektive asal Jepang yang mengungkap kasus kejahatan dan yang kedua Karate Kid, film kungfu apik karena ada Jackie Chan-nya (Hehehe). Dua masakan telah menyita 1 jam siang, hasilnya tumis sawi putih dan wortel, bakso goreng dan kornet telur, dan minuman sehat es tomat. Boci menghabiskan 2 jam waktu. Berarti 5 jam waktu yang belum kutemukan, untuk apa waktu sebanyak itu.

Bismillah, bahkan dalam ayatNya, Ia mengambil sumpah, 'Demi Masa'. Ya Allah, betapa nikmatmu ini sering hamba siakan... Kalau dalam film Shinzanmono, ada seorang komandan yang bertanya,'Berapa detik 1 hari itu, berapa detikkah 1 tahun itu? Kau harus tahu, karena waktu itu tersusun atas detik, ketika kau tidak mengetahuinya, kau tidak akan tahu betapa berharganya waktumu itu. Ya Allah, maafkan hamba jika sering melalaikannya.

Penyesalan selalu menjadi akhir, dan seakan menjadi mekanisme pembelaan ego ,"Ah yang penting sudah menyesal dan semuanya akan beres." Tidak! Penyesalan tidak akan menyelesaikan masalah, dan justru akan menjadi masalah baru ketika penyesalan tidak diikuti dengan sikap seharusnya. Apa itu? Simpel, ikuti hadis yang ada,“Bersungguh- sungguhlah pada hal yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan merasa lemah. Bila kamu ditimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan: ‘Seandainya (tempo hari) aku melakukan ini, niscaya begini dan begini.’ Katakanlah, ‘Allah telah menakdirkan dan apa yang Allah kehendaki, maka itu terjadi.’ Sesungguhnya kata seandainya akan membuka pintu perbuatan setan.” (Riwayat Muslim)

Say NO to regret, complaint and its gang. Iya, Allah, apa yang terjadi hari ini memang sudah terjadi, ada detik detik berikutnya yang akan digunakan sebaik mungkin. Keep optimis and Keep fighting.!!!
Pelatihan ATLS (Advanced Trauma Life Support) 12-14 Oktober menanti, semangat belajar!!!
 
Copyright (c) 2010 dellasgarden. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.