Tuesday, January 18, 2022

Task 9 Decluttering BUKU

Berikut jurnal berbenah BUKU oleh Jofan Viradella, Gemari Pratama 6 Kelas 2.

Berikut ini lebih banyak rencana berbenah-nya, bukan eksekusinya, karena buku masih tersebar, sebagian besar ada di rumah orang tua.

PROSES DECLUTTERING

Apakah Anda membuat sub-kategori buku ? Ya. Pertama dipisahkan kategori buku dewasa dan anak, lalu kategori buku dewasa dipisah buku saya dengan buku suami.

Buku saya dipisah dengan kategori buku kesehatan, parenting, persalinan, menyusui, mpasi, pengembangan diri, agama.

Kriteria Seleksi

1.       Apakah akan dibaca ?

2.       Apa dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya ?

Pengalaman decluttering , Hambatan dan Cara Atasi

Saya baru menyusun buku yang ada di rumah ini, sedangkan yang di rumah orang tua masih 2-3x lipat lebih banyak. Hambatan yang ditemui, pertama karena jumlah buku yang banyak sehingga sebelum dilakukan, sudah overwhelming. Cara untuk atasinya adalah dengan menyicil per rak/kardus buku, menurunkan ekspektasi dan tidak mengerjakan semuanya sekaligus.

Hambatan yang kedua adalah jumlah buku melebihi tempat yang ada, bahkan belum ada rak khusus buku. Cara atasinya adalah dengan menggunakan kardus sementara, namun tidak ditumpuk berbaris sehingga masih mudah mencarinya. Saat ini sedang mencari rak buku, dan ingin membandingkan harga

Hambatan selanjutnya adalah sepertinya tidak banyak buku yang akan saya declutter dengan kriteria seleksi di atas. Cara atasinya saya akan tentukan jadwal membaca buku tersebut. Jika telah selesai tenggat waktu membaca, maka buku tersebut harus dinilai ulang, apakah tetap akan disimpan atau dijual, didonasikan.

 

PROSES ORGANIZING

Cara menata buku dan alasannya ?

Pertama ditata sesuai kategori besar, buku anak, buku saya, buku suami. Lalu di susun berdasar kategori buku, baru kemudian dirapikan sesuai ukuran tinggi buku. Buku disusun vertikal, agar terlihat semua, mudah mencari judul, dan mudah mengambilnya

Rencana selanjutnya adalah saya akan menginventaris ulang buku yang telah ada, dan menyusun ulang jadwal kapan waktu membacanya. Saat proses decluttering pertama, saya dapatkan buku yang saya tidak ingat telah membelinya, dan berpotensi saya beli ulang.

Apa semua buku telah memiliki tempat? Tidak. Bagaimana cara mensiasatinya?

Sayangnya tidak semua buku punya tempat, bahkan sebagian besar belum ada ‘rumah’nya, rencana mau membeli rak buku, tapi masih dalam tahap mencari dan membandingkan harga. Bagaimana cara siasatinya? Sampai nanti lemari nya ada, buku disimpan di kardus dalam posisi vertikal dan terlihat judulnya. Kardus sementara disusun rapi di ruang depan.

Buku digital-ku

Hanya ada di playbook, dan itu hanya 1 buku novel, yang kemungkinan tidak dibaca lagi, hehe.

Persentase buku yang telah dibaca dari semua buku yang kusimpan?

Waduh, karena belum menginventaris keseluruhan buku, persentase belum bisa dihitung, tapi lebih dari 50% buku yang disimpan belum tuntas dibaca. Sepertinya saya terjebak menjadi tsundoku, yang hanya mengumpulkan buku tapi tidak dibaca. Oleh karena itu perlu inventaris ulang, dan susun jadwal ulang.

Menyusun kembali prioritas buku yang perlu dibaca lebih dulu. Menyusun kembali jadwal harian agar lebih produktif. Banyak PR-nya ternyata.

Kebiasaan baik terhadap buku yang sudah dan akan aku lakukan

Harian : menyisihkan waktu khusus untuk membaca buku yang sudah dibeli namun belum sempat terbaca

Mingguan : merotasi buku yang akan dibaca

Bulanan : decluttering ulang buku sesuai kriteria seleksi

Sunday, January 9, 2022

Task 8 Decluttering Dapur (2) Kulkas dan Pantry

 

Jurnal Berbenah milik Jofan Viradella

 

Berikut adalah rencana berbenah dari saya, karena dalam satu minggu terakhir belum berbenah, hiks

 

Checklist Berbenah : Kulkas dan Pantry.

Hambatan dalam berbenah yang paling besar adalah belum membuat meal plan, sehingga berbelanja masih sesuai keinginan, kadang berlebih dan kadang kurang. Mengapa belum membuat? Kadang ada rasa belum percaya diri untuk membuat karena ingin membuat yang bagus, ternyata malah tidak membuat . Cara atasi hambatan adalah mulai membuat dari yang mudah, menu yang pernah dibuat, bahan yang ada. Selain meal plan yang perlu dibuat adalah daftar inventaris bumbu dapur yang wajib selalu ada.

 

Hambatan kedua adalah alat memasak masih tidak sehat, salah beli sauce pan stainless steel ternyata bukan jenis sus 304, menjadi alasan malas untuk mengambil alih dapur. Saat ini perkara dapur masih dibantu mba ART. Cara atasi hambatan adalah harus menghapus mental block tersebut. Dapur adalah sumber kehidupan keluarga, sebisa mungkin ibu-lah yang mengurusnya. Cara selanjutnya adalah menganggarkan membeli alat masak sehat.

  

Proses Decluttering

Dimulai dari kebutuhan makanan harian : berikut meal plan dalam seminggu kedepan :

Senin : nila goreng dan tumis buncis

Selasa : ayam ungkep dan sayur sop

Rabu : nasi bakar tongkol suwir kemangi dan lalapan

Kamis : lele goreng dan sayur bening

Jumat : daging masala dan tumis kembang kol bakso

Sabtu : pepes ati, tahu dan sayur asam

 

Checklist evaluasi

Apa sudah sesuai anggaran : belum (sedang proses mengikuti kelas mommenkeu dan budgeting)

Apa ada foodwaste dalam 3 hari : masih ada

Ingin foodprep : pastinya ingin, karena bisa menghemat waktu memasak di pagi hari, hemat anggaran karena berbelanja berkesadaran, porsi makan cukup sehingga tidak ada foodwaste.

 

Kebiasaan Baik

Harian : food prep malam, memasak pagi hari setelah subuh, wastafel sebisa mungkin kosong.

Mingguan : meal plan, belanja dengan tas jali kurangi sampah plastik, ganti lap dapur

Bulanan : detoks kulkas, belanja kebutuhan bulanan di awal bulan, decluttering dapur (perkakas, kulkas, pantry)

 

Belum : food waste, composting

Sunday, January 2, 2022

Task 7 Gemar Rapi : Decluttering DAPUR

 Berikut Task 7 Kelas Gemari Pratama dari Jofan Viradella. Karena beberapa hambatan, proses decluttering dapur belum dapat dilakukan, sebagai ganti sementara, berikut rangkuman materi tentang Dapur


Dapur ideal menurut gemar rapi :

1.       Selalu bersih

2.       Mudah untuk memasak

3.       Berisi perlengkapan dapur favorit

4.       Sampah terpisah dan terdaur ulang

5.       Tidak terbuang sia bahan makanan/sisa konsumsi

6.       Ramah anak dan seluruh anggota keluarga

7.       Menerapkan prinsip nilai dan pilar gemar rapi

8.       Memenuhi kriteria organizing : mudah ambil dan simpan, dapat terlihat yang dicari dalam sekilas pandang


Kategori barang di dapur :

1.       Peralatan makan

2.       Peralatan masak

3.       Bahan makanan

4.       Peralatan kebersihan

5.       Peralatan elektronik


Tahapan berbenah dapur :

1.       Ingat kembali tujuan berbenah

2.       Siapkan kotak decluttering (buang, donasi, perbaiki, jual, simpan)

3.       Kriteria seleksi : frekuensi pemakaian, benda duplikasi, peralatan sesuai standar kesehatan

4.       Siapkan lap dan pembersih

5.       Keluarkan barang dari tempatnya

6.       Seleksi sesuai kriteria

7.       Pisahkan barang di masing-masing kotak

8.       Tata barang

9.       Analisa RASA

10.   Segera salurkan


Menata barang di dapur,

1.       Dapat berdasarkan :

a.       Frekuensi pemakaian : dipakai harian digantung, dipakai sesekali dilemari

b.       Fungsi : peralatan kue disatukan

c.       Pengguna : peralatan makan anak ditaruh di tempat yang mudah dijangkau

d.       Bentuk : gelas bersama gelas

e.       Urutan kerja : berdasar tahapan sesuai kebiasaan memasak

2.       Setiap benda harus ada rumahnya

3.       Tips penyimpanan

a.       Alat makan minum disusun di rak piring

b.       Alat masak diberdirikan

c.       Panci dan wajan digantung

d.       Kontainer penyimpanan makanan ditumpuk di satu tempat

e.       Baking supplies disimpan dalam container khusus

f.        Plastic dilipat

g.       Benda kecil di drawer

h.       Pembersih dapur di box dekat wastafel

4.       Tips singkat

a.       Penataan sesuai warna

b.       Penyekat bagi rak tinggi

c.       Siapkan semua alat dan bahan agar tidak ada gerakan tambahan untuk keluarkan benda

d.       Selesai memasak, segera bereskan

e.       Usahakan bak cuci piring selalu kosong

 

 

Sunday, December 19, 2021

Task 6 Decluttering Pakaian (2)

 

Berikut task 6 kelas gemari pratama dari Jofan Viradella

Sub-kategori pakaian ke-2, yaitu tas, sepatu, perhiasan, seprei & sarung bantal, handuk, lap & keset cadangan, kaos kaki, kacamata, jam tangan, khimar

Proses Decluttering dan Organizing

Tidak banyak yang saya lakukan, karena jumlah sudah minimal. Kriteria yang dipakai :

a.       Apakah masih sering dipakai?

b.       Apakah nyaman dipakai?

c.       Apakah berwarna netral?

Hampir tidak ada yang tidak lolos seleksi, karena semua dipakai. Hanya kacamata yang saya bingung mau diapakan. Sehingga masih saya simpan.

1.       Tas

Dompet HP adya mustard, yang selalu saya pakai untuk membawa hp saat kerja

Tas hitam berisi alat medis, saya pakai jika ada kegiatan luar yang memerlukan pemeriksaan

Tas gotosovie sling bag, tas cadangan

Semua saya letakkan di lemari.

2.       Sepatu

Sepatu hitam, yang selalu saya pakai untuk bekerja pagi

Sepatu wedges hitam pemberian mertua, tidak terlalu sering, tapi masih saya pakai

Sepatu wedges coklat, warna netral

Sepatu kets, jarang dipakai, tapi pasti dibutuhkan

Sepatu sandal porto, yang selalu saya pakai untuk praktek sore

Saya menyimpan sepatu di rak, tersusun dan terlihat.

3.       Perhiasan

Anting saya simpan, sejak anak saya lahir, karena saat menyusui sering ditarik

Cincin lamaran, saya pakai, sehingga tidak butuh tempat

Perhiasan lain, disimpan oleh mertua, jarang bahkan hampir tidak pernah saya pakai

4.       Sprei & sarung bantal

Putih bunga pink. Merah polos. Putih bunga kuning. Silver polos.

Hanya ada empat, satu dipakai, lainnya disimpan di lemari secara vertikal. Sarung bantal disatukan dengan seprei.

5.       Handuk

Hanya ada tiga, satu dipakai, dua sebagai simpanan. Dilipat biasa di dalam lemari.

6.       Lap & keset cadangan

Belum ada ‘rumah’, sampai saat ini disimpan di kantong plastik, ditaruh di gantungan belakang rumah.

7.       Kaos Kaki

Dilipat rapi, tidak dibuntel ketat, disusun di organizer kain di lemari.

8.       Kacamata

Kacamata bingkai coklat, dengan resep kacamata lama. Bingkai melar, agak susah dipakai, masih bingung mau diapakan

Kacamata bingkai putih, dengan resep kacamata mirip dengan sekarang, namun lensa sudah tidak layak pakai, masih bingung mau diapakan

Kacamata bingkai transparan yang sekarang saya pakai, ditaruh di tempat kacamata, di tempatkan di rak yang mudah dijangkau

9.       Jam tangan

Jam tangan casio kulit hadiah dari mama, dan jam tangan alexander christie hadiah teman saat menikah. Keduanya ditaruh di laci, tidak dalam tempat khusus

10.   Khimar

Sudah dikerjakan saat task pakaian pertama. Semua dilipat biasa, dan disusun vertikal di lemari, tidak disusun khusus berdasar warna karena rutin dipakai harian.

 

Hambatan

Lap dan keset yang masih belum punya ‘rumah’. Saat ini masih diletakkan di plastik merah di belakang pintu belakang. Setelah ini akan disusun di lemari pakaian.

 

Analisa RASA

Rapi dan teratur

Karena barang sudah minimal dan hampir semua ada rumahnya, jadi sudah cukup rapi menurut saya

Aman dan nyaman

Secara umum semua barang nyaman dipakai, dan tata letaknya sudah sesuai sehingga sudah cukup aman

Sehat dan bersih

Handuk dan seprei akan dibuat jadwal pencuciannya. Handuk tiap hari senin, seprei maksimal diganti per 2 minggu yaitu tiap senin saat jadwal jaga poli.

Alami dan berkelanjutan

Semua barang dipakai lebih lama, agar sebisa mungkin tidak menjadi sampah di landfill.

Task 5 Decluttering Pakaian

 

Berikut task 5 kelas Gemari Pratama 6 dari Jofan Viradella.

Hari Minggu, 12 Desember 2021 saya mulai proses decluttering pakaian.

Saya membuat sub-kategori pakaian, yaitu :

1.       Seragam kerja (waskat 2 pasang, hitam putih 1 pasang, batik 2 pasang, kaos 2 pasang)

2.       Daster rumah (asmadailywear 3 buah, lunaci 5 buah)

3.       Gamis luar

4.       Jilbab

5.       Perintilan ( Ciput, Pakaian Dalam, Kaos Kaki)

6.       Cedalmis

7.       Jaket

Kriteria seleksi :

1.       Apa masih sering dipakai ?

2.       Apa masih nyaman dipakai ?

3.       Apa menimbulkan rasa senang ?

4.       Apa masih dibutuhkan kedepan?

Harusnya saya masukkan juga kriteria ke-4, layak dipandang suami dan orang tua, namun kemarin tidak saya lakukan. Sampai saat tulisan ini dibuat saya belum meng-inventaris-ir baju saya, jadi saya belum tahu berapa banyak baju yang saya punya, namun itu adalah baju yang senantiasa saya pakai bergantian, dan perlahan akan saya inventaris

Proses Decluttering

Saya siapkan satu hari, yaitu hari Minggu, selama tiga jam (dan molor ternyata). Sebelum memulai, saya siapkan lap microfiber, hand sanitizer, masker, kantong plastik untuk decluttering. Saya memutuskan untuk menurunkan ekspektasi dengan hanya men-declutter-ing baju pribadi, namun karena baju pribadi saya disimpan dalam lemari yang sama dengan baju suami, akhirnya saya ikut mendeclutter baju suami, tentu dengan pertimbangan suami.

Satu persatu baju saya keluarkan, lalu sesuai kriteria seleksi dipisahkan, mana yang akan saya simpan, mana yang kurang beruntung. Beberapa hal yang tidak lolos seleksi akan saya ceritakan sebagai berikut.

1.       Gamis set khimar elmika hijrah lavender yang jarang sekali saya pakai, berat rasanya melepas karena baju tersebut penuh kenangan, ia adalah gamis dengan warna pilihan suami, namun di pertanyaan seleksi yang pertama, ia tidak lolos

2.       Gamis tanpa lengan tie dye dari Dian Pelangi yang merupakan hadiah dari mama saya dulu, sangat berat untuk dilepas, namun apa daya, sudah lama saya tidak pakai, walaupun saya coba usahakan untuk pakai, ternyata tidak terpakai juga.

3.       Khimar khadeeja coklat muda yang lama tidak saya pakai akhirnya saya putuskan untuk dilepas.

4.       Training set latsar yang sudah tidak muat saya pakai

5.       Kaos Nevada warna kuning dan toska pembagian panitia lomba puskesmas

6.       Batik marun puskesmas yang lama, warna pudar

7.       Baju batik mustard dan blouse putih pemberian mertua yang lama tidak dipakai

8.       Cardigan vienetta hitam yang baru saya beli. Sebenarnya ini adalah jualan saya, kelebihan pesan dan tidak terjual. Akhirnya saya putuskan untuk saya beli, dan ternyata tidak terpakai

9.       Baju rumah yang saya beli untuk anak namun ternyata terlalu besar untuknya dan kekecilan untuk saya

10.   Manset tangan alhauraa dusty pink, navy, black, grey, cream yang jarang saya pakai, ciput grey dan black yang kedodoran

11.   Gamis Arniz pink pemberian mertua namun ternyata bahannya kurang nyaman untuk dipakai sehari-hari

12.   Manset baju warna hitam, putih dan cream yang tidak saya pakai.

Yang lolos kali ini adalah :

1.       Seragam : jelas dibutuhkan untuk kerja dari senin-sabtu

a.       Waskat 1 pasang pemberian mertua

b.       Waskat 1 pasang beli sendiri, ada kancing longgar butuh diperbaiki

c.       Kemeja putih Uniqlo, rok hitam

d.       Batik merah pemberian mertua

e.       Kaos hitam putih pemberian mama

f.        Batik merah muda, kain pemberian sahabat

g.       Cadangan gamis waskat dipakai sewaktu-waktu saat dibutuhkan

2.       Daster rumah : saya pilih bahan nyaman dipakai

a.       asmadailywears katun jepang bunga panjang

b.       asmadailywears katun jepang bunga putih pendek

c.       lunaci desert rose midi dress

d.       lunaci pinkish bloom midi dress

e.       lunaci pastel maze midi dress

f.        lunaci breastfeeding navy

g.       lunaci gingham pink shakira dress

h.       lunaci milky floral pyjamas

3.       Gamis luar : sebagian besar lungsuran mertua, hehe

a.       Gamis katun merah zysku sena

b.       Gamis katun jepang buang pink kecil mayra

c.       Gamis katun bunga cream kecil zizara

d.       Gamis katun bunga pink besar

e.       Gamis katun stretch coklat bunga

f.        Gamis katun bunga biru

g.       Gamis mustard arniz

h.       Gamis katun navy guzel

i.         Gamis hitam ironless

j.         Gamis hitam bunga cream ironless

k.       Gamis biru bunga be glow ironless

l.         Gamis katun bunga biru zoya jeans ironless

m.     Gamis pink bunga rabbani ironless

n.       Gamis pink bunga hawwa aiwa ironless: pemberian mertua, lengan kecil tidak wudhu friendly, jadi dipakai saat haid

o.       Gamis elmika hijrah navy : beli sendiri, ada kenangan di dalamnya, momen pengantin baru, naik motor duduk nyamping, baju terlipat di rantai motor, robek di bagian bahu kiri, namun bisa diperbaiki dan masih bisa dipakai sampai sekarang. Sejak saat itu saya hampir tidak pernah duduk nyamping saat dibonceng naik motor

p.       Gamis elmika hijrah coklat tua : beli sendiri saat mulai ganti model pakaian

q.       Gamis mustard : beli sendiri saat mulai ganti model pakaian

4.       Jilbab audina annisa : bahan ceruti, untuk kerja

a.       Dusty pink

b.       Pink

c.       Cream

d.       Coklat tua

e.       Hitam

f.        Maroon

g.       Merah

h.       Navy

i.         Grey 

5.       Jilbab syandana

a.       Hitam

b.       Cream

c.       Coklat tua

d.       Abu

e.       Navy

f.        Tosca

6.       Cedalmis : semua produk alhauraa

7.       Kaos kaki : semua produk soka

8.       Gamis kaos : dulu saya pakai saat lahiran, dan saya simpan untuk lahiran berikutnya

a.       Army

b.       Mustard

c.       Hitam putih

9.       Jaket : pemberian mertua, dipakai saat perjalanan jauh naik motor

10.   Jas Dokter dan Jas IDI : dipakai saat ada kegiatan profesi

Saya cukup puas dengan proses decluttering pakaian ini, walaupun ada beberapa pakaian yang saya tidak terlalu nyaman memakainya, namun tetap sering saya pakai, dan saya putuskan untuk tetap menyimpannya.

Dengan menyisil menginventaris baju, ternyata membuat saya sadar bahwa sudah punya banyak baju ya.

Proses Organizing

Sebelum ikut kelas gemar rapi, saya pernah membaca buku konmari, dan pernah melakukan lipatan baju ala konmari, namun tak bertahan lama. Karena yang menyetrika adalah ART dengan lipatan biasa, dan saya tidak sempat untuk merubah seperti lipatan konmari, yang terjadi adalah clutter baju setrika di keranjang yang tak unjung dimasukkan lemari. Akhirnya saya ubah tidak dengan metode konmari seluruhnya

Saya terapkan metode biasa, mba ART menyetrika, saya tinggal merapikan dan menyusun di lemari. Setidaknya ini yang dapat saya lakukan sekarang. Seragam digantung, yang lainnya dilipat. Perintilan disatukan di storage kain, disusun sesuai kategorinya yaitu kaos kaki, ciput, pakaian dalam, manset tangan.

Baju yang baru disetrika, disusun paling bawah, yang lama disusun diatasnya, dan tinggal dipakai bergantian, tidak perlu lama memilih, hanya menyesuaikan gamis dan kerudungnya. Tumpukan baju tidak tinggi, karena jumlahnya pun tidak terlalu banyak. Baju yang licin dan susah dirapikan saya sendirikan di tumpukan berbeda. Baju disusun sesuai kategori : gamis, daster rumah, jilbab, perintilan, cedalmis.

Hambatan

Hasil decluttering baju kali ini menghasilkan dua plastik baju yang tidak lolos, sebagian didonasikan, dan sebagian lagi dijual preloved. Kendala saat ini adalah meluangkan waktu untuk mempersiapkan baju untuk dijual preloved, yaitu dengan menyetrika, membuat foto produk.

Analisa RASA

Rapi dan Teratur

Saya memakai keranjang hijau sebagai partisi baju, agar muat dalam 1 lemari. Baju dilipat biasa dan ditumpuk, baju yang baru disetrika ditumpuk dibagian bawah sehingga seluruh baju akan bergantian dipakai. Bagi saya, ini sudah cukup rapi

Aman dan Nyaman

Baju saya secara umum nyaman dipakai. Ada beberapa baju yang tidak mudah menyerap keringat, saya sesuaikan pemakaiannya tidak dipakai dalam jangka waktu lama. Untuk baju anak saya, ada kriteria aman yaitu tidak memakai manik/benda kecil yang mudah terlepas dan risiko tertelan, namun saat ini saya tidak melakukan decluttering baju anak, hehe.

Sehat dan Bersih

Baju ditempatkan dilemari yang dibersihkan berkala

Alami dan berkelanjutan

Jujur saya masih belum memahami ilmu tentang jenis bahan yang alami dan tidak. Saya pun masih memakai bahan rayon yang ada kandungan plastik di dalamnya. Sampai saat ini yang dapat saya lakukan adalah memakai baju lebih lama. Baju yang saya kenakan rata-rata telah berumur lebih dari 2 tahun, bahkan khimar saya sudah berumur 4 tahun.

Sunday, December 5, 2021

Jurnal Berbenah

 Berikut Task 4 kelas Gemari Pratama 6 dari Jofan Viradella. 


#IMPIAN-ku : 

1. Punya rumah yang : 

RAPI : minimal clutter terlihat dari luar

Jumlah barang CUKUP, dan berMANFAAT

Semua barang ada 'RUMAH'nya, tidak terhambur

TIDAK perlu waktu LAMA untuk BERBENAH

AMAN dari bahaya jentik, nyamuk, ular

Aman untuk BALITA

2. Menjadi seorang hamba Allah, istri, ibu, dokter yang mindfull dan bermanfaat


#Rumahku SAAT INI : 

Clutter dari :

Baju pemberian, baju anak saaat bayi, alat masak pemberian, koleksi buku, barang kenangan, dokumen penting bercampur dengan kertas kerja. Tambahan clutter digital dari HP dan laptop penuh data


#TUJUAN berbenah :

1. Minimalisir stress

2. Lepas tanggungan dari barang yang tidak dimanfaatkan optimal

3. Quality time bersama suami dan anak meningkat karena tidak butuh waktu banyak untuk berbenah

4. Menyiapkan rumah yang nyaman untuk keluarga


PRIORITAS-ku : 

1. Belajar dan Ibadah : berilmu sebelum berucap dan beramal

2. Memasak sehat untuk suami dan anak : makan sehat dan olahraga untuk tubuh yang fit


MINDSET : 

1. Manusia adalah makhluk PEMBELAJAR seumur hidupnya

2. Kemampuan berbenah dapat dipelajari dan diPRAKTEKKAN

3. Wiring yang saya dapat dari ibu adalah KERAPIAN


MOTIVASI-ku : 

1. MeRINGANkan HISAB

2. WIRING kerapian untuk anak


Yang aku SUKA dari RUMAH saat ini : 

1. Rumah dinas cukup, tidak luas dan tidak sempit

2. Tinggal bersama keluarga kecil (suami dan anak)

3. Tidak terlalu banyak barang (sebagian besar pemberian orang tua)


Yang harus diHILANGkan dari kebiasaan-ku saat ini

1. Rasa MALAS dan MENUNDA merapikan


URUTAN berbenah : 

1. Baju 1 : 6-12 Desember

2. Baju 2 : 13-19 Desember

3. Dapur 1 : 20-25 Desember

4. Dapur 2 : 3-9 Januari

5. Buku : 10-16 Januari

6. Dokumen : 17-23 Januari

7. Mainan : 24-30 Januari

8. Kenangan : 31 Jan - 6 Februari

9. Kamar dan Ruangan lain : 7-13 Februari

10. Kamar Mandi, Toilet, Toiletries : 14-20 Februari

11. Halaman : 21-27 Februari


Jadwal Berbenah : dalam 1 minggu waktu khusus yang digunakan untuk berbenah adalah hari Minggu selama 3 jam, jam 8-11. Adapun Senin sampai Sabtu, 30 menit siang hari jam 11.30-12.00 digunakan untuk persiapan dan mencicil hal kecil yang dapat dilakukan. Sebagai perfeksionis saya tetap semangat mengerjakan namun menurunkan ekspektasi agar pekerjaan dapat selesai.


Jadwal Berbenah 

12 Desember : baju pribadi yang lama tidak dipakai (dua keranjang)

19 Desember : baju anak saat bayi (dua plastik merah besar)

25 Desember : dapur rak cuci piring dan tempat bumbu masak (buat list dan label untuk bumbu dapur lengkap)

 9 Januari : dapur rak piring dan gelas, kulkas 

16 Januari : buku koleksi pribadi

23 Januari : dokumen penting (1 koper)

30 Januari : mainan anak (1 lemari)

6 Februari : kenangan 

13 Februari : kamar dan ruang lain skincare dan alat tulis

20 Februari : kamar mandi dan tempat cuci baju

27 Februari : halaman belakang


Aku SIAP!

1. Kantong plastik merah/kardus 10 buah

2. Spidol permanen 1 buah

3. Kertas HVS 5 lembar

4. Lakban putih 1 buah

5. HP dokumentasi 

6. Masker : 10 buah

7. Lap microfiber : 3 buah

8. Sanitizer spray : 1 buah


Kriteria seleksi : 

1. Layak pakai

2. Bermanfaat untuk SAAT INI, bukan 'mungkin nanti'

3. Jumlah cukup : tidak terlalu banyak, tidak juga sedikit

4. Memancarkan aura kesenangan


Jika tidak terpilih : 

1. Donasi : saudara dekat

2. Jual preloved : batas waktu 1 bulan

3. Jika tidak terjual, kembali ke poin 1 


Saturday, November 27, 2021

L03 HOME SAFETY

Berikut task 3 kelas gemari pratama dari Jofan Viradella.

Apa itu safety dan security? Safety : berkaitan dengan keselamatan penghuninya (penghuni rumah, keluarga, pekerja). Security : berhubungan dengan factor eksternal (maling)

Apasaja jenis safety di Gemar Rapi?

·       General (untuk semua penghuni rumah dalam situasi normal)

·       Specific (contoh ada balita, ada standar tersendiri)

·       Emergency safety & security (kebakaran, bencana alam)

 

9 Panduan Home Safety

1.       Gunakan alat dan bahan yang aman

Aman untuk penghuni rumah, aman untuk alam. Alat : digunakan untuk mengerjakan sesuatu, contoh wajan masak, piring saji. Bahan : makanan bernutrisi-bersih-sehat, deterjen

2.       Evaluasi tata letak benda

a.       Kesetrum : kabel listrik dibawah

b.       Kejatuhan benda : cabinet tidak diikat kuat ke dinding, benda berserakan di lantai

c.       Keracunan : pembersih lantai, obat-obatan mudah dijangkau anak

d.       Terbakar : peletakan kompor / korek api mudah dijangkau

3.       Mudahkan akses terhadap benda bila untuk anak dan lansia

4.       Ajarkan seluruh penghuni rumah untuk mengembalikan benda ke tempat semula

5.       Rapikan segera, jangan ditunda

6.       Rancang SOP keamanan dan keselamatan bersama seluruh penghuni rumah : safety briefing, jalur evakuasi dan titik aman, daftar yang bertanggung jawab dan tugasnya, print tempel simulasi, tas siaga bencana

7.       Ajak penghuni rumah untuk saling mengingatkan agar bertindak aman

8.       Pasang pengaman tambahan untuk lansia, anak, difabel

9.       Ingat selalu bahwa bertindak aman merupakan bentuk kepedulian dan cinta kita pada seisi rumah

 

Daftar :

1.       Keamanan alat dan bahan :

Panci, Wajan, Kukusan sudah stainless steel. Wok, Frypan bahan ceramic dan marble, namun ada goresan dan pantatnya berkerak. Telenan masih jadi satu untuk daging dan sayur. Piring saji sebagian besar kaca, beberapa sempat dipecahkan anak. Bahan makanan : masih menggunakan penyedap rasa, saos tomat sambal botolan, kaldu kemasan.

2.       Tata letak benda :

Kabel listrik untuk kulkas, kamar ART, masih mudah dijangkau anak. Cabinet di kamar , dua pintu raknya terlepas dan tidak diikat ke dinding. Pembersih lantai ada di lantai kamar mandi, detergen di lantai tempat mesin cuci, obat-obatan di lemari terkunci, namun kadang anak masih dapat membukanya. Kompor ada di ruang tengah, namun tabung gas sudah diletakkan diluar rumah. Tidak ada termos air panas.

3.       Kemudahan akses :

Sebenarnya mainan, alat makan anak sudah cukup mudah dijangkau, namun masih ada gelas kaca yang ada di rak yang sudah dapat dijangkau anak

4.       Mengembalikan benda :

Masih ada benda yang belum ada ‘rumah’nya, contoh buku.

5.       Rapikan, jangan tunda :

Kadang, jika hujan deras, ada lantai basah karena atap bocor. Mulai ada lumut di lantai dekat mesin cuci, butuh dibersihkan sebelum menjadi bertambah banyak

6.       Rancang SOP : sampai saat ini belum ada

7.       Poster pengingat : sampai saat ini belum ada

8.       Pengaman tambahan : beberapa siku meja lancip belum ada pengaman

9.       Bentuk cinta

3 SOP penting yakni :

1.       Membuat tas darurat

a.       Informasi penting : nama lengkap, panggilan, ttl, nik, no BPJS, alamat, no HP, email, medsos, alamat dan kontak sekolah, kantor, orang tua, saudara kandung, keluarga luar kota, tetangga dekat

b.       Dokumen penting (fotokopi)

c.       Air minum

d.       Makanan

e.       P3K, obat pribadi, resep kacamata

f.        Senter dan baterai cadangan

g.       Korek api

h.       Kebutuhan linen : pakaian ganti, selimut, sandal/sepatu

i.         Peta

j.         Jaket pelampung

k.       Dll uang cash, charger hp, sanitari,

2.        Membuat peta jalan keluar darurat

3.       Kelengkapan di dalam rumah

a.       Nomor darurat

b.       Poster pengingat

 
Copyright (c) 2010 dellasgarden. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.