Showing posts with label Tahsin. Show all posts
Showing posts with label Tahsin. Show all posts

Sunday, May 22, 2016

Ujian Tajwidi



Akhirnya setelah sekian lama tak melanjutkan postingan artikel tahsin, sekarang akan saya kebut tulis artikel ini dari yang paling dekat waktunya yaitu tentang Ujian Tajwidi. Minggu lalu adalah ujian tajwidi saya yang ke-3 dan tinggal menunggu pengumuman tanggal 12 Juni 2016 untuk daftar ulang (semoga Allah berikan yang terbaik, dan semoga yang terbaik bagi saya adalah lulus ke level selanjutnya, ^^)

Tajwidi adalah level yang ditempuh setelah lulus tahsini. Selama 16 kali pertemuan dalam 4 bulan kita fokus belajar teori dasar tentang tajwid. Mulai dari keutamaan membaca al-Qur’an, tempat keluar huruf, sifat huruf, mad, dan lain-lainnya (insyaAllah saya posting di artikel yang lain) . Setelah itu diadakan ujian tajwidi. Yang berbeda dari ujian level lain, pada level ini ujian terdiri dari ujian tulis dan lisan. Ujian tulis dibagi menjadi 2 kali, materi ujian pertama adalah separuh buku awal, materi ujian kedua adalah separuh buku terakhir. Bila rata-rata nilai kurang dari 70, diadakan remidi yang materinya seluruh buku. Setelah lulus ujian tulis, baru diadakan ujian lisan.


Ujian tulis biasanya terdiri dari 5 nomor yang beranak 3, semua materi diambil dari buku. Sedikit tips tentang ujian, jika diminta menyebutkan contoh, maka tuliskan contoh kata. Contoh bila diminta sebutkan contoh idzhar, maka tuliskan contoh kata, bukan hanya pengertian bahwa idzhar terjadi ketika nun bertemu huruf halqi. Sebelum ujian dilakukan, kita bisa request ke ustadzah yang mengajar untuk memberikan try out. Kelas saya cukup beruntung dengan sempat mengadakan 4 kali try out. Berikut saya bagi contoh soal try out tajwidi materi 2 :
 


a.       Apa pengertian mad
b.      Sebutkan mad yang panjangnya >2 harakat yang disebabkan oleh hamzah
c.       Apa pengertian mad badal
 
a.       Berikan 2 contoh (kata) mad iwadh
b.      Apa perbedaan mad shilah shugro dan kubro
c.       Apa perbedaan mad aridh dan mad lin

a.       Apa pengertian mad lazim kalimi mukhoffaf
b.      Pada huruf muqotho’ah (alif lam mim ra) ada berapa mad dan sebutkan
c.       Sebutkan kesalahan yang terjadi ketika membaca mad

a.       Apa definisi waqaf
b.      Sebutkan 1 dalil tentang waqaf
c.       Sebutkan macam-macam waqaf
 
a.       Apa pengertian waqaf kafi
b.      Apa hukumny waqaf tam
c.       Apa pengertian waqaf qabih

Berlanjut ke ujian lisan. Ujian lisan tajwidi yakni kita diminta membaca 1 halaman dari Al-Qur’an dan disimak oleh dua orang penguji. Apabila ada yang kurang tepat, kita akan diminta mengulang bacaan. Setelah selesai membaca 1 halaman, kita akan ditanya tentang teori. Biasanya kita akan ditanya teori huruf yang kurang tepat kita baca. Contohnya saya, saat membaca huruf dzo kurang ithbaq, sehingga saya ditanya teori tentang makhraj dan sifat huruf dzo. Selain itu saya ditanya tentang mad apa saja yang terdapat pada huruf muqatthoah pada halaman tersebut.

Begitulah, tajwidi bukan hanya sekedar teori, tapi bagaimana bisa mempraktekkan teori tersebut ke dalam bacaan Al-Qur’an kita. Sedikit catatan penguji terhadap saya kemarin :


  1. Huruf dzo kurang ithbaq
  2. Huruf ra dan syin tidak perlu menggerakkan bibir, karena dua huruf tersebut bukan huruf bibir. (Tapi bagi saya rasanya masih janggal mempraktekkannya, karena kalau huruf syin ga pake bibir, rasanya kurang tafasyi, >_< #alasanmodeon)
  3.  Alhamdulillah saya tidak dikomentari huruf ‘ain dan dlod yang (masih) merupakan momok bagi saya

Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahla, wa anta taj’alu hazana idza syi’ta sahla. Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau yang menjadikan yang susah itu mudah. 

Sekian sedikit cerita tentang ujian tajwidi. Belajar adalah proses seumur hidup, begitupun tahsin, perlu senantiasa belajar atau mengajar agar ilmu itu tidak hilang. Sekarang pertanyaan polos dari teman sekelompok saya saat kelas terakhir, pilihannya adalah jadi murid abadi, atau sekaligus menjadi guru? Hmm...

Friday, November 27, 2015

Materi Tahsin, Tamhidi (part 4)



Qalqalah
Ada 5 huruf ba, ja, da, tho, qa (jembatan kancilnya L baju di toko). Apabila salah satu lima huruf ini bersukun asli atau waqaf maka dibaca qalqalah (memantulkan suara)
Sukun : mendekatkan 2 perangkat lisan. Qalqalah : menjauhkan setelah sukun.
Qalqalah terbagi 2, sugra (kecil) : di tengah bacaan dan kubra (besar) : di akhir bacaan.
Qalqalah hanya pada 5 huruf, hati-hati, jangan meng-qalqalah-kan huruf lain, yang sering di’qalqalah’kan adalah gha, dza, ja, dhlo, la



Hamzah Washol
Adalah hamzah yang diatasnya ada huruf shod kecil. Di baca :
Dhommah ketika huruf ke-3nya berharakat dhommah
Kasrah ketika huruf ke-3nya berharakat fathah/kasrah
Fathah hanya pada Al (hamzah wahsol diikuti lam sukun)


Nun Iwadh
Adalah nun pengganti tanwin. Bila tanwin bertemu hamzah washal, maka tanwin diganti nun iwadh.


Huruf di Awwal Surat
Alif dibaca biasa, huruf tanpa tanda baca dibaca 2 harakat, huruf dengan tanda bendera dibaca 6 harakat. Lihat contoh gambar


Materi Tahsin, Tamhidi (part 3)



Sekarang waktunya kita belajar tentang dengung.

Dengung saat Mim dan Nun Tasydid
Setiap ada min dan nun tasyid, harus dibaca dengung sempurna, artinya 1. Ada suara dari hidung 2. Panjangnya kira-kira lebih dari 3 harakat, tapi kurang dari 4 harakat. Sebenarnya tidak ada ukuran pasti dengung sempurna dengan harakat, namun hal diatas hanya untuk memudahkan.

Bagaimana kita tahu ada suara hidung?  Coba katakan ‘amma (mim dengung), lalu pencet hidung. Kalau suara tiba-tiba berhenti saat kita pencet hidung, berarti sudah ada suara hidung.

Dengung saat Nun dan Mim Tasydid


Idgham
Artinya memasukkan huruf pertama ke huruf kedua. Ada beberapa poin,
1.       Huruf pertama pasti sukun
2.       Jika huruf ke-2 tasydid, huruf ke-1 dianggap tidak ada
3.       Jika huruf ke-2 tidak tasydid, huruf ke-1 tidak hilang keseluruhan
Contohnya, lihat pada gambar.

 
Idghom (Lihat Ba pada Baris Pertama) Huruf ba sukun bertemu ba tasydid : huruf ba ke-1 dianggap tidak ada

Idgom (Lihat Tho sukun bertemu Ta di baris 3) Huruf tho sukun bertemu ta (tanpa tasydid) : huruf tho tidak hilang seluruhnya. Ada isyarat bibir akan mengucapkan tho, tapi selanjutnya kita mengucapkan ta


Hukum Mim Sukun :
Mim sukun bertemu Mim
Disebut idgham mimi, dibaca dengung sangat sempurna.

Idghom Mimi

 Mim sukun bertemu Ba’
Dibaca ikhfaa (samar-samar), antara idhgam dan idzhar, dibaca dengung sempurna

Mim bertemu Ba

Mim sukun bertemu selain Mim dan Ba’
Dibaca jelas, mengalir, tanpa dihentakkan.

Mim bertemu selain Mim dan Ba

 Hukum nun sukun dan tanwin :
Idhhar (Jelas)
Menjelaskan (membuat terdengar jelas) kedua huruf yang bertemu. Yang perlu dicermati, pada mushaf madina, tanda iddhar adalah : jika nun sukun, fathah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwin bertemu huruf a, ha, ain, ha, gha, kha.
Nun sukun (ada tanda sukun diatas nun), fathah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwin (tanwin sejajar) : iddhar
Nun sukun (tanpa tanda sukun diatas nun), fathah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwin (tanwin tidak sejajar) : ada hukum lain, bukan iddhar, bisa ikhfa, idgham, dll
Sederhananya, jika kita baca mushaf madina, walaupun kita tidak hafal apa saja huruf iddhar, namun ketika melihat ada nun sukun serta tanwin sejajar, maka kita sudah tahu kalau itu dibaca jelas. Kalau di mushaf indonesia, semua nun diberi tanda sukun, serta semua tanwin dibentuk tidak sejajar, sehingga kita harus hafal sendiri huruf apa saja yang dibaca idhhar, ikhfaa, dll.

Idhhar

Idghom Bi Ghunnah
Artinya membaca idghom disertai ghunnah (suara dari hidung). Terjadi bila nun sukun dan tanwin bertemu 4 huruf yaitu ya, na, ma, wa. Durasi dengung sempurna

Idghom Bi Gunnah

Idghom Bi La Ghunnah
Artinya membaca idghom tanpa ghunnah. Terjadi bila nun sukun dan tanwin bertemu 2 huruf yaitu lam dan ra.


Iqlab
Artinya merubah suara nun dan tanwin menjadi suara mim. Terjadi hanya pada 1 huruf, yaitu ba (jika nun sukun dan tanwin bertemu ba). Biasanya ada tanda huruf mim kecil tanpa harakat sebelum huruf ba.

Ikhfaa’
Artinya menyamarkan suara nun. Terjadi bila nun sukun dan tanwin bertemu 15 huruf (lihat gambar). Perhatikan, yang dibaca ikhfa adalah bila sebelum huruf hijaiyah terdapat nun sukun (tanpa tanda sukun) dan tanwin tidak sejajar. Durasi dengung sempurna

Ikhfaa (samar)
 
Copyright (c) 2010 dellasgarden. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.