Showing posts with label Al-Qur'an. Show all posts
Showing posts with label Al-Qur'an. Show all posts

Tuesday, April 26, 2016

My Q Map Training Balikpapan



Awalnya aku tertarik mengikuti pelatihan ini setelah beberapa kali mendengar iklannya di radio IDC FM. Diajarkan teknik cepat menghafal Al-Qur’an 1 juz/bulan, dapat menghafal secara acak, mundur. Wow! Menggiurkan sekali tawarannya, secara 25 tahunku berlalu tanpa khatam hafalan juz 30. Akhirnya aku bulatkan niat untuk ikut pelatihan ini, investasi 800 rb rupiah untuk 2 hari (seharusnya pelatihan 3 hari 975 ribu, namun jumat tidak memungkinkan hadir karena pekerjaan) insyaAllah sebanding dengan manfaatnya (sedikit merasa bersalah kalau merasa mahal, secara pelatihan kedokteran pun standar 2-3 hari di kisaran 2-3.5 juta, cukup nyekek dompet!).
 
Dari investasi ini kita dapat full day training, jam 08-17, materi tentang 10 rahasia menghafal al-Qur’an, sesi training menghafal cepat 2 surat pilihan (at Takwir dan al Qiyamah), buku my Q map (my Quran map) juz 30. Panitia dari Islamic Global School juga menyiapkan berbagai doorprice , untuk penjawab soal, pemenang kuis, serta pendaftar awal. Oiya, informasi tak kalah penting, training diisi oleh bu Hj. Dhini Widyawati, MNLP ,CH., CHt. CI - Master of Practitioner of NLP, Mind Mapping - Fonder and Master Trainer My Q-Map dan ustadz Ambya Abu Fathin , Author, Master Trainer, Director of Metode Al-Bana

 

Sabtu pagi jam 08.00 aku berangkat ke hotel Zurich dan mengambil tempat duduk paling depan, biar malu sendiri kalau sampai mengantuk. Materi tentang 10 rahasia menghafal al-Qur’an dilanjutkan poin ke 7-10, sedang poin 1-6 sudah diberikan sehari yang lalu. Apa saja poinnya? Hmm, boleh dibocorin ga ya? Hehe. InsyaAllah untuk kebaikan ga pa ya?

Yang paling pertama adalah tujuan. Tanyakan pada diri sendiri : Apa tujuan menghafal al-Qur’an? Luruskan niat sejak awal. Yang kedua adalah makna. Akan jauh lebih mudah menghafal sesuatu yang kita paham, oleh karena itu awali hafalan al-Qur’an dengan mengetahui arti/maknanya terlebih dahulu. Selanjutnya adalah hubungan, atau cantolan hafalan. Kita perlu menggunakan/menstimulasi banyak indra kita, mengikat hafalan dengan gambar, menulis kata kunci, mengeraskan suara ketika menghafal. Rahasia lainnya? Boleh ditanya lebih lanjut ke trainer ^^ (atau ke penulis, dengan senang hati berbagi)

Yang berbeda dengan pelatihan lainnya, kita mendapatkan visualisasi dari surat yang kita hafal, saat hafalan surat at-Takwir kita diperlihatkan video tentang gambaran meteor menabrak bumi, membuat gunung terlepas dan seakan berjalan, laut mendidih dan kering. Terasa sangat nyata, jadi membayangkan bagaimana reaksi sahabat saat mendengar Rasulullah membacakan ayat ini, pasti terguncang dan takut akan gambaran Kiamat ini. Visualisasi, gambar kunci, kata kunci, suara keras, semua akan saling mendukung untuk menguatkan hafalan

Hari kedua lebih menguras emosi, diawali dengan saling mendoakan teman yang ada di ruang tersebut, “Semoga dimudahkan menjadi penghafal Qur’an, dan dapat menshalihkan keluarga. Semoga kita dikumpulkan di syurga nanti, dan cari aku ya ketika tak ada, selamatkan dari neraka menuju syurga..” Tetesan air mata pun tak bisa dibendung, bahkan oleh penulis yang apatis dan susah mengungkapkan emosi ini. Setelahnya dilanjutkan sedikit materi tentang cara mengontrol emosi, menyetel suasana hati ketika akan menghafal. Training hafalan surat yang kedua yakni al Qiyamah dimulai setelah itu.

Sesi ini tidak aku ikuti karena diminta untuk memberi testimoni tentang training ini di acara talkshow yang disiarkan radio IDC FM masjid Istiqomah. Satu kata dari bu Dhini yang aku bagikan pada pendengar, yang juga merupakan pukulan keras bagiku,”Ujian terberat bagi penghafal qur’an ini adalah berhenti menghafal karena takut diuji.” Ya, bahkan sebelum menjadi penghafal pun perasaan takut diuji itu sudah muncul. Oleh karena itu, perlu sekali setelah pelatihan, ada komunitas yang bisa saling menguatkan.

Sedikit cerita dari bu Dhini, beliau mulai mengembangkan my Q map dalam setahun terakhir dan berhasil menyelesaikan 6-7 juz, kemudian proses itu terkendala. Mata kiri beliau, mengalami ablatio retina (retina terlepas dari perlekatannya di bola mata disebabkan—salah satunya—minus tinggi) dan telah dioperasi 3 kali. Itulah sedikit ujian yang beliau ceritakan, dengan satu energi penyemangat,”Ya Allah, kalau memang ini yang perlu dijalani untuk menjadi ahlul Qur’an dan menjadi keluargamu di dunia, saya ikhlas.” MasyaAllah..

Sekarang di rumah beliau, ada pondok tahfidz dimana bermukim 15 orang penghafal al-Qur’an dan lebih dari 100 yang nonmukim. Beliau juga menerima permintaan training di berbagai wilayah di Indonesia, murni untuk jariyah, biaya yang dichargekan pada peserta adalah untuk kepentingan akomodasi trainer dan cetak buku. Bagaimana dengan operasional pondok? InsyaAllah semua ada jalannya, Allah menitipkan 15 penghafal al-Qur’an, maka Allah pula lah yang menjaga dan menjamin rezeki mereka. Begitulah keyakinan orang yang dalam dadanya telah tercelup al-Qur’an.

Di pelatihan ini, aku dapat satu keluarga yang ikut, mulai dari ayah dan 2 anaknya (wow). Membayangkan tidak sedikit yang perlu dikeluarkan, tapi mereka pasti yakin akan ganti yang lebih baik dari Allah. Ada pula mba Amelia dari Bontang, teman sebangku-ku hari Sabtu. Saat kutanya,”Mba jauh-jauh dari Bontang demi pelatihan ini? Nginap hotel? Biaya travel? ” dengan entengnya ia menjawab,”Daripada pelatihan di Jawa?” Wah, masya Allah para pemburu ilmu Allah ini, menciut aku dihadapan mereka.

Satu doa terakhirku, setelah mengikuti pelatihan dan setelah menulis artikel ini,”ya Allah, dekatkan aku dengan orang-orang shalih ini, walaupun diri belum menjadi sebaik mereka, minimal cipratan ridho-Mu terhadap mereka dapat kucicipi.”

Friday, November 27, 2015

Materi Tahsin, Tamhidi (part 4)



Qalqalah
Ada 5 huruf ba, ja, da, tho, qa (jembatan kancilnya L baju di toko). Apabila salah satu lima huruf ini bersukun asli atau waqaf maka dibaca qalqalah (memantulkan suara)
Sukun : mendekatkan 2 perangkat lisan. Qalqalah : menjauhkan setelah sukun.
Qalqalah terbagi 2, sugra (kecil) : di tengah bacaan dan kubra (besar) : di akhir bacaan.
Qalqalah hanya pada 5 huruf, hati-hati, jangan meng-qalqalah-kan huruf lain, yang sering di’qalqalah’kan adalah gha, dza, ja, dhlo, la



Hamzah Washol
Adalah hamzah yang diatasnya ada huruf shod kecil. Di baca :
Dhommah ketika huruf ke-3nya berharakat dhommah
Kasrah ketika huruf ke-3nya berharakat fathah/kasrah
Fathah hanya pada Al (hamzah wahsol diikuti lam sukun)


Nun Iwadh
Adalah nun pengganti tanwin. Bila tanwin bertemu hamzah washal, maka tanwin diganti nun iwadh.


Huruf di Awwal Surat
Alif dibaca biasa, huruf tanpa tanda baca dibaca 2 harakat, huruf dengan tanda bendera dibaca 6 harakat. Lihat contoh gambar


Materi Tahsin, Tamhidi (part 3)



Sekarang waktunya kita belajar tentang dengung.

Dengung saat Mim dan Nun Tasydid
Setiap ada min dan nun tasyid, harus dibaca dengung sempurna, artinya 1. Ada suara dari hidung 2. Panjangnya kira-kira lebih dari 3 harakat, tapi kurang dari 4 harakat. Sebenarnya tidak ada ukuran pasti dengung sempurna dengan harakat, namun hal diatas hanya untuk memudahkan.

Bagaimana kita tahu ada suara hidung?  Coba katakan ‘amma (mim dengung), lalu pencet hidung. Kalau suara tiba-tiba berhenti saat kita pencet hidung, berarti sudah ada suara hidung.

Dengung saat Nun dan Mim Tasydid


Idgham
Artinya memasukkan huruf pertama ke huruf kedua. Ada beberapa poin,
1.       Huruf pertama pasti sukun
2.       Jika huruf ke-2 tasydid, huruf ke-1 dianggap tidak ada
3.       Jika huruf ke-2 tidak tasydid, huruf ke-1 tidak hilang keseluruhan
Contohnya, lihat pada gambar.

 
Idghom (Lihat Ba pada Baris Pertama) Huruf ba sukun bertemu ba tasydid : huruf ba ke-1 dianggap tidak ada

Idgom (Lihat Tho sukun bertemu Ta di baris 3) Huruf tho sukun bertemu ta (tanpa tasydid) : huruf tho tidak hilang seluruhnya. Ada isyarat bibir akan mengucapkan tho, tapi selanjutnya kita mengucapkan ta


Hukum Mim Sukun :
Mim sukun bertemu Mim
Disebut idgham mimi, dibaca dengung sangat sempurna.

Idghom Mimi

 Mim sukun bertemu Ba’
Dibaca ikhfaa (samar-samar), antara idhgam dan idzhar, dibaca dengung sempurna

Mim bertemu Ba

Mim sukun bertemu selain Mim dan Ba’
Dibaca jelas, mengalir, tanpa dihentakkan.

Mim bertemu selain Mim dan Ba

 Hukum nun sukun dan tanwin :
Idhhar (Jelas)
Menjelaskan (membuat terdengar jelas) kedua huruf yang bertemu. Yang perlu dicermati, pada mushaf madina, tanda iddhar adalah : jika nun sukun, fathah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwin bertemu huruf a, ha, ain, ha, gha, kha.
Nun sukun (ada tanda sukun diatas nun), fathah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwin (tanwin sejajar) : iddhar
Nun sukun (tanpa tanda sukun diatas nun), fathah tanwin, kasrah tanwin, dan dhommah tanwin (tanwin tidak sejajar) : ada hukum lain, bukan iddhar, bisa ikhfa, idgham, dll
Sederhananya, jika kita baca mushaf madina, walaupun kita tidak hafal apa saja huruf iddhar, namun ketika melihat ada nun sukun serta tanwin sejajar, maka kita sudah tahu kalau itu dibaca jelas. Kalau di mushaf indonesia, semua nun diberi tanda sukun, serta semua tanwin dibentuk tidak sejajar, sehingga kita harus hafal sendiri huruf apa saja yang dibaca idhhar, ikhfaa, dll.

Idhhar

Idghom Bi Ghunnah
Artinya membaca idghom disertai ghunnah (suara dari hidung). Terjadi bila nun sukun dan tanwin bertemu 4 huruf yaitu ya, na, ma, wa. Durasi dengung sempurna

Idghom Bi Gunnah

Idghom Bi La Ghunnah
Artinya membaca idghom tanpa ghunnah. Terjadi bila nun sukun dan tanwin bertemu 2 huruf yaitu lam dan ra.


Iqlab
Artinya merubah suara nun dan tanwin menjadi suara mim. Terjadi hanya pada 1 huruf, yaitu ba (jika nun sukun dan tanwin bertemu ba). Biasanya ada tanda huruf mim kecil tanpa harakat sebelum huruf ba.

Ikhfaa’
Artinya menyamarkan suara nun. Terjadi bila nun sukun dan tanwin bertemu 15 huruf (lihat gambar). Perhatikan, yang dibaca ikhfa adalah bila sebelum huruf hijaiyah terdapat nun sukun (tanpa tanda sukun) dan tanwin tidak sejajar. Durasi dengung sempurna

Ikhfaa (samar)

Thursday, January 22, 2015

Materi Tahsin , Tamhidi (part 1)



Fokus kelas Tamhidi ini secara umum adalah perbaikan panjang pendek (harakat) dan dengung. Sebagai awalan, satu harakat adalah waktu yang diperlukan untuk membaca 1 huruf hijaiyah. Maka 2 harakat adalah panjangnya seperti membaca 2 huruf hijaiyah. Misal : kita membaca a ba ta masing-masing 1 detik, maka 2 harakatnya adalah 2 detik. Bila kita baca 1 huruf lebih lama, misal 2 detik, maka 2 harakatnya 4 detik. Paham ya?


1.       Mad Thobi’i (2 Harakat)
Dibaca panjang 2 harakat ketika menemui huruf alif, waw, ya tanpa tanda sukun

2.       Tanda Mad  (2 Harakat)
Dibaca panjang 2 harakat ketika menemui tanda mad (alif, waw, ya kecil)




3.       Mad Shilah Shugra (2 Harakat)
Mad : panjang Shilah : bersambung Shugra : kecil. Jadi Mad Shilah Shugra adalah dibaca panjang 2 harakat ketika disambung.
Hu diikuti tanda mad waw : kata ganti ke 3 pria tunggal, sedang Hi diikuti tanda mad ya : artinya di dalam



4.       Mad Jaiz Munfashil (4-5 Harakat)
Mad : panjang. Jaiz : boleh. Munfashil : terpisah, ada di antara 2 kata. Mad Jaiz Munfashil adalah boleh dibaca panjang 4-5 harakat bila 2 kata tersebut dibaca bersambung. Hukum asalnya adalah 2 harakat, lalu bertemu hamzah sehingga dibaca 4-5 harakat. Biasanya ada tanda bendera



5.       Mad Wajib Muttashil (4-5 Harakat)
Mad : panjang. Wajib : harus. Muttashil : bersambung (pada kata bersambung). Mad Wajib Muttashil adalah harus dibaca panjang 4-5 harakat bila 2 kata tersebut dibaca bersambung. Hukum asalnya adalah 2 harakat, lalu bertemu hamzah sehingga dibaca 4-5 harakat. Biasanya ada tanda bendera




6.       Mad Shilah Kubra (4-5 Harakat)
Mad : panjang. Shilah : bersambung. Kubra : besar. Jadi Mad Shilah Kubra adalah dibaca panjang 4-5 harakat ketika disambung. Hukum asalnya adalah 2 harakat, lalu bertemu hamzah sehingga dibaca 4-5 harakat.



7.       Mad Lazim (6 Harakat)
Mad Lazim adalah ketika ada tanda bendera, yang diikuti dengan huruf yang bertanda tasyid atau sukun, maka dibaca 6 harakat.



Take Home Message
a.       Tak perlu bingung dengan istilah, sederhananya, kalau menemukan tanda mad, maka bacanya 2 harakat. Kalau menemukan tanda bendera maka dibaca 4-5 harakat. Kalau menemukan tanda bendera dan sesudahnya tasydid/sukun maka dibaca 6 harakat.
b.      Satu huruf hijaiyah dapat memiliki lebih dari 1 tanda.
c.       Pada mad jaiz munfashil, mad wajib muttashil dan mad shilah sugra (4-5 harakat) hukum bacaannya asalnya 2 harakat lalu karena bertemu hamzah menjadi 4-5 harakat. Bila washal (disambung) dibaca 4-5 harakat, namun bila waqaf (berhenti) dibaca tetap 2 harakat
 
Copyright (c) 2010 dellasgarden. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.