Wednesday, June 6, 2012

Perburuan Charger BB dan Trik Jual Beli


Libur pertamaku saat stase UGD diisi dengan kebingungan harus dimana dan ngapain. Kos Bu Yem di Surabayalah yang paling hommy. ^^Hari ini kuputuskan menyelesaikan beberapa urusan; membeli charger blackberry di WTC, pulpen warna-warni di toko buku, dan fotokopi di dekat kampus. Ada hal unik dari beberapa transaksi yang kulakukan hari ini.

Aku ke WTC jam 10.00 dan belum banyak toko yang buka di lantai dasar, akhirnya kulanjutkan naik ke lantai berikutnya. Sekedar tahu, trik membeli barang disini adalah, survey harga barang yang sama mulai dari lantai dasar sampai dengan lantai teratas yang bisa ditemui. Harga barang di lantai atas pastinya lebih murah, karena memang butuh perjuangan untuk kesana, hehe. Trik ini selalu kulakukan dan akhirnya aku berada di lantai 3. Toko pertama menjual charger ori dengan harga 125rb, charger oc 75rb : Mahal.

Berlanjut ke toko kedua. Toko yang tidak terlalu eye catching, berada di sudut yang sulit ditemui, dan tidak banyak barang display di etalase. Pegawainya hanya satu, bapak setengah baya sedang menservice hp dengan peralatannya. Tak ada seragam, cukup kaos polosan biasa yang tampak agak kucel. Saat kutanyakan, ternyata hanya ada charger oc alias original china alias kawe, 1 level dibawahnya ori. Harga 40rb : wah, murah sekali, khawatir cepat rusak, gumamku dalam hati. “Bedanya apa bapak dengan yang ori?,”iseng tanya. Bapaknya sabar menjawab,”Kalau mencharge lebih lama, dan biasanya dalam 8 bulan butuh beli yang baru lagi, karena kualitas travo-nya tidak sebaik yang ori. Banyak juga mbak yang beli ini.” Wah jujur sekali bapak ini, ingin membeli, tapi kuurungkan niat, ingin men-survey ke satu toko lagi.

Toko ke-3, toko kecil terang benderang, terletak dekat dengan eskalator, sangat gampang untuk dicari. Ada 3 orang pegawai wanita dengan rambut lurus panjang terurai, plus mas-mas di toko-yang sayangnya juga-dengan rambut panjang berasal dari negeri barang oc diproduksi. Kutanyakan barang yang sama, dan simaklah percakapan yang terjadi.. (M : mas toko, D : Dela)
M : Ori 175rb, yang oc 75rb
D : Wah mahalnya, cari-cari yang lain dulu ya mas
M : Minta harga berapa sih?
D : (berpikir cepat asal ceplos) 50rb mas
M : 65rb lah,,
D : Hmm, nanti aja, cari yang lain dulu, saya maunya 50rb
M : Ya sudah, 50rb ya. Ini mba notanya, jangan sampai hilang, garansi 1 hari
D : Ga usah plastik mas
M : Oh, ini ada tas cantik, lain kali kalau beli hp disini ya mba
***
Akhirnya aku membeli charger oc dengan harga 50rb dari toko yang terakhir kukunjungi. Dari sini yang dapat kuamati :
  1.  Jam buka. Buka toko harus di awal waktu, sepagi mungkin saat mall tersebut buka. Bisa jadi ada pelanggan yang datangnya awal dan jelas ia tak akan membeli dari toko yang belum buka.
  2. Jujur. Jujur terhadap kualitas barang yang dijual, menjelaskan kerugian dan keuntungannya. Pelanggan senang ketika mendapat informasi lebih tentang barang yang akan ia beli. (Paling senang di toko ke-2 dimana dapat penjelasan panjang, terbersit empati juga ingin membeli disana, tapi terlanjut terjebak di toko ke-3)
  3. Trik harga. Jangan memasang harga terlalu murah, kadang pelanggan tidak percaya, pasanglah standar harga yang nantinya bisa ditawar. (Senang dapat harga hasil tawaran sendiri, walaupun setelah menawar sampai harga murah, ada sedikit celetukan juga,”Wah berarti harga belinya lebih rendah dari ini, bisa ditawar lagi nih. Hehe”)
  4. Agresif. Tawarkan produknya dengan percaya diri dan jangan biarkan pelanggan beranjal dari toko. (Terjebak di toko-3, sudah terlanjut menawar masak tidak jadi beli disanaàsusah jadi pelanggan yang terlalu gampang empati dan tidak enak hati, hikz)
  5.  Tanda bukti. Selalu berikan nota, yang dinota tersebut tercantum nama, alamat dan no.telp toko agar transaksi itu tidak terjadi sekali, bisa jadi pelanggan ini akan membeli lagi di kemudian hari. (Toko ke-3 memberikan tas kecil bertuliskan alamat toko sebagai ganti plastik, dan ini memberikan nilai lebih)
Pelajaran tidak harus didapat dari kuliah, atau membaca buku. Bisa jadi pelajaran itu kita dapat dengan membaca kejadian di sekitar kita. Semoga kita semakin peka dan dapat mengambil pelajaran di setiap kejadian. :) . Akhir kata, semoga charger oc ini tidak cepat rusak, hehehe.

Saturday, June 2, 2012

Satu Kalimat, Sejuta Motivasi

Minggu sore di klinik kecil, terpampang kalender dengan ragam tulisan motivasi. Iseng nulis agar semangat terikat dan terbagi. Semangat! Semoga dapat merasakan semangat yang sama!

We must became the change we want to see (Mahatma Gandhi)
The only luck of limitation is ini your own mind (NH Moos)
A journey of a thousand miles begins with a single step (Lao Tzu)
Better to light a candle than to curse the darkness
You must expect great things of yourself before you can do them
Whether you think you can or think you can't, you are right (Henry Ford)
Make the most of yourself, for that is all there is of you (Ralph Waldo Emerson)
We need men who can dream of things that never were

Sudah mendapat sejuta? Bahkan motivasi pun tak habis dibagi. Semangat!

Saturday, May 19, 2012

Detik Perjanjian dengan Diri Sendiri

Baca, baca, baca. Tulis, tulis, tulis. Baca dan tulis, dua kebiasaan laiknya dua sisi mata uang yang tak dapat terpisahkan. Hanya membaca saja layaknya air jernih namun hanya tergenang, enggan mengalir, yang akan merubah wujudnya menjadi keruh. Hanya menulis saja tanpa membaca tak ubahnya radio yang hanya berceloteh tanpa isi, tak ada makna yang bisa dibagikan. Duo action yang memang harus berjalan seimbang, dan yang mulai saat ini, detik ini, akan saya lakukan! Bismillah, demi menepis kebiasaan membaca tanpa berbagi, demi menepis kebiasaan menulis tanpa isi. Menulis, jihad yang menyenangkan. Motivasi awal itulah yang perlu ditimbulkan. Bismillah, semoga bisa istiqomah

Monday, February 20, 2012

Diary Dokter Internsip

Pasuruan, disinilah satu tahun mendatangku dimulai, tepatnya di Bangil, kota Santri. Apa yang dapat kupetik dari kata santri ini? Apakah banyak pondok sehingga kasus obsgyn abortus sedikit? Ataukah kasus penyalahgunaan narkoba pun jarang? Kita lihat nanti. Bangil juga dikenal dengan kota Bordir, setelah disini mungkin ada bisnis bordir dimulai.., hehe

Internsip 2012 Pasuruan dilakoni oleh SPIRIT-nama kelompokku-yang kepanjangannya Special Irresistable Internsip Team, nama keren yang dibuat oleh saudari Alifia. Kami berjumlah 16 setengah orang yaitu: empat kesatria Trio Bali-Bayu Yupi Rama-plus Mas Alvid ; dengan 12 putri Puri, Alif, Ninis, Eryn,  Arie, Mba Pita, Sunny, Wurry, Maureen, Chesia, Sabrina, aku ; plus satu pangeran yang masih anteng di perut Sunny. Kami berenambelas dibagi menjadi 3 kelompok yang akan menjalani rotasi di Puskesmas Pandaan, UGD dan Poli RSUD Bangil selama masing-masing empat bulan.

Pembekalan di Dinkes Pasuruan; Hari SPIRIT dimulai

Hari pertama kami dimulai Rabu, 8 Februari 2012 yaitu acara serah terima dokter internsip di Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Acara hari tersebut hanyalah ‘prosesi’ serah terima, presentasi profil kota pasuruan, dan beberapa wejangan; dilanjutkan dengan jalan-jalan ke RSUD Bangil dan Puskesmas Pandaan. Dalam prosesi ini, dipesankan oleh perwakilan dinkes Surabaya,”Dokter-dokter ini dapat diberdayakan, ini merupakan kabar baik bagi wahana. Kalau di wahana kekurangan sumber daya dokter sebelumnya, ini ada 16 dokter yang diterjunkan”, wuih serasa barang langka yang siap dipergunakan >_<

Wejangan pastinya cukup banyak, namun yang paling berkesan adalah bersahajalah dalam berpakaian. Salah satu frase yang paling aku ingat,”Perlu ingat norma disini, dalam berpakaian bla bla bla, tapi saya lihat disini dokter-dokternya sudah cukup bersahaja.” Dalam hati ada gumaman,”Hoo, sewajarnya aja kalau berpakaian dan bersepatu, sebaiknya menghindari high heels dengan bunyi pletak pletoknya untuk sementara, hehehe “

Bertemu Bunda Baru di Puskesmas

9 Februari 2012. Staseku pertama adalah Puskesmas Pandaan. Pembimbing kami adalah kepala puskesmas Pandaan langsung yaitu dr. Meita Devi yang selanjutnya kami panggil Bunda J. Hal urgent dan paling awal yang kami diskusikan dengan Bunda adalah jadwal rotasi dan pembagian tugas. Kami berlima dipencar di puskesmas induk dan pustu lengkapnya yaitu di BP Puskesmas Pagi, UGD Siang, Pustu Duren Sewu, Pustu Kemiri Sewu, dan Pustu Sumber Gedang. Jam dinas kami adalah jam 07.30 – 13.30 kurang (jarang lebih) untuk BP, jam 08.00 – 12.00 untuk Pustu, dan 14.00 – 20.00 untuk UGD dari Senin-Sabtu dimulai Senin minggu kedua. Putaran kami kali ini ada jaga UGD karena 3 orang dokter dimutasi dan hanya tersisa 1 orang dokter—dr.Ella yang perlu menangani UGD, Rawat Inap dan BP. Wow!

Puskesmas Pandaan yang berlokasi tepat di pinggir jalan ini tidak mempunyai halaman yang luas, yang akibatnya tidak ada jadwal apel ataupun senam. (Yey!) Tak perlu menyiapkan pakaian senam ataupun sepatu kets, hehehe. Hari ini pula, kami dipekenalkan dengan seluruh kru puskesmas. Pegawainya baik-baik, kesan pertama yang cukup dan lumayan.

Upaya Kesehatan Masyarakat merupakan target utama kami di puskesmas, diskusi tentang penyuluhan dan mini project juga sudah dilakukan di awal (walau sekarang belum jalan J), namun Bunda kami juga mengajarkan sisi lain dari puskesmas yaitu politik lintas pegawai dan lintas sektor. Menjadi kepala puskesmas pasti dihadapkan dengan berbagai masalah dan yang paling mbuletisasi adalah tentang anggaran keuangan. Bagaimana mengatur pemasukan dan kebutuhan, mengecek kesesuaian antara laporan dan lapangan, dan menjaga agar pasien dan pegawai terpuaskan. Selentingan miring pun harus dengan sabar dihadapi mengingat puskesmas Pandaan adalah puskesmas yang cukup besar dan dipandang banyak pihak. Lintas sektoral dengan Pak Camat, dan stake holder lainnya pun menguras pikiran dan energi. Tunjangan kepala puskesmas bahkan lebih kecil dari dokter fungsional biasa. Terima kasih untuk dokter-dokter Indonesia yang bersedia dan sukses menjadi kepala puskesmas J 

Oya, sedikit cerita tentang Bunda kami : asik dan punya insting bisnis yang oke. Bunda berwirausaha membuat abon, bakso bayam, bakso wortel, dkk. Beliau juga kursus akupuntur dan mengambil S2 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Anaknya juga berbisnis Blackberry dan nomor cantik, berjualan burung kenari, wuih banyak usaha pokoknya. Hikmahnya adalah Yuk jadi wiraswastawan!

Sepertinya satu tahun ini akan menyenangkan, dan -harus- menyenangkan, karena siapa lagi yang dapat membuat kita senang, selain diri kita sendiri. Ada yang mengatakan semua adalah permainan hati, walau sedih namun kita berusaha senang, senang itulah yang akan menang ;) Semangat!

Sunday, February 5, 2012

Karakteristik Dakwah

Sore itu, mengaji menjadi mendebarkan. Diawali dengan hafalan, dan diisi dengan membahas kembali karakteristik dakwah. Perlulah kita mengetahui karakteristik, setelah kita mengetahui arti dan dasarnya, agar mengenal, memahami dan mencintai. Berikut sedikit catatannya :)

Perintah amar ma'ruf nahi munkar telah jelas Allah firmankan dalam Al-Quran,
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (QS. An Nahl:125)

Karakteristik dakwah antara lain adalah :


  1. Sulit tapi hasilnya paten
  2. Panjang namun terjaga kemurniannya
  3. Lambat namun terjamin
Amar ma'ruf nahi munkar, mulai dari mengajak diri kita, lakukan dari hal kecil dan lakukan saat ini juga. Kenalkan diri kita dengan cinta padaNya, rasakan nikmatnya, dan berbagilah dengan saudara kita.

Surabaya, 13 Rabiul Awal 1432H / 6 Februari 2012

Saturday, February 4, 2012

Heart Earthquake

Telah terjadi gempa baru saja! Dimana? Dihatiku. Dengan sekali pukulan di titik terlemah, gempa ini seakan sosok atlit pencak silat, atau ahli fisika yang dengan perhitungannya mengetahui titik lemah lawan, memukul dengan satu pukulan cepat dan efisien, meluluhlantakkan kota yang selama ini aku bangun.

Yap, tak ada guna menyesali gempa, dalam kejadian ini ada bangunan yang akhirnya berkeping-keping, namun ada yang masih tetap kokoh walaupun dihempas apapun, dan semoga bangunan itu adalah iman. Yang memilih hancur berkeping adalah tentu saja bangunan kelemahan, bangunan kekecewaan, bangunan harapan berlebihan, dan bangunan topeng palsu.

Ada yang mengira bencana gempa sebagai cobaan, ada yang menganggap sebagai anugrah. Dua-duanya pun boleh. Yang menganggap sebagai cobaan tentu saja akan menginstrospeksi diri, adakah yang salah dalam perbuatan selama ini, atau ia akan menangis yang akan membuatnya lebih dekat pada sang Pencipta. Yang lainnya yang menganggap sebagai anugrah pun sah-sah saja. Ia berbaik sangka padaNya, bahwa ini adalah semata demi kebaikannya, dan awal menuju pembangunan kota baru. Bangunan yang kokoh akan ia pelihara, bangunan yang rusak akan ia ganti dengan yang lebih kokoh lagi. Perubahan harus senantiasa dilakukan, life must go on.

Ada salah satu kisah instrospeksi bagiku. Suatu hari, sebuah lembaga amil zakat menawarkan program : pemberian Alqur’an Tajwid gratis bagi beberapa donator yang termasuk dalam beberapa kriteria. Kriteria tersebut adalah yang pertama ia merupakan donator baru, yang kedua ia donator lama yang meningkatkan jumlah sedekahnya, atau yang ketiga ia donatur lama yang memberikan sedekah dengan nilai tertentu secara isidental. Ada seorang anak yang telah lama menjadi donator di lembaga ini. Anak tersebut tertarik untuk mendapatkan Alquran tajwid, dengan niat ia akan lebih mudah membaca Alquran dengan tartil. Ia mengambil cara yang kedua, meningkatkan sedekah. Akhirnya ia mengkonfirmasi pada layanan hotline lembaga tersebut.

Akhir kisah menyenangkan bila anak tersebut meningkatkan sedekah dan mendapatkan alquran itu. Namun bukan itu yang terjadi. Alquran itu habis, dan walaupun anak ini meningkatkan sedekah ia tidak berkesempatan mendapat Alquran. Disinilah sikap ‘selalu memperbaiki niat’ berperan. Jikalau anak tersebut berniat meningkatkan sedekah dan sekaligus mendapat Alquran, itu sah dan baik. Jika anak tersebut tidak mendapat Alquran yang akhirnya membuat ia membatalkan niat meningkatkan sedekah, perlu ia pertanyakan keikhlasan dan tujuan ia meningkatkan sedekah. Allah Maha Tahu, Allah Maha Penyayang. Ia bantu hambaNya untuk membersihkan niatnya. Kalau ia menjalani yang kedua : meningkatkan sedekah walaupun tidak mendapatkan Alquran-insyaAllah itu yang terbaik baginya. Ikhlas itu yang diuji. Ikhlas bukan berarti tidak berat. Berat, namun tetap dijalankan, insyaAllah berpayah-payah dalam mengais ridhoNya, itu yang lebih indah.

Gempa tadi momentum kesekian bagiku, untuk kembali menoleh dan melihat niat awal. Memperbaiki bila ada yang salah, mengokohkan bila itu telah benar. Niat untuk memperbaiki diri dan mendekatkan kepadaNya semoga tidak terkotori bunga nafsu, yang indah hanya pada nampakannya. Semoga Allah membersihkan puing-puing, dan ikut membimbing dan membantu terwujudnya kota madani dalam hati ini. Bismillah. 
 
Allah, hamba ingin menjadi generasi kuat pengganti yang lemah, yang tidak takut dengan celaan orang-orang yang suka mencela, yang mencintaiMu dan Engkau cinta pula. Dan tidak sendiri dalam generasi ini, bertemu dengan sosok-sosok tangguh yang menemani.

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Maidah : 54)

Balikpapan, 30 Januari 2012 , 06.10 WITA. 

Thursday, December 15, 2011

Mengeja Mimpi

Terkadang jenuh menghinggap di hari. Dan sayangnya terkadang itu adalah saat ini. Saat jalan menuju mimpi satu persatu mulai terdefinisikan, dan saat itu pula jalan-jalan itu semakin kabur dan samar, seakan kabut berlomba denganku untuk menutup dan menghalangi dari menempuhnya.

Aku tidak mau kalah dengan kabut. Akan ada saat ia menghilang,dan detik itu mimpiku akan semakin terang-pasti. Banyak dongeng menjual mimpi sempurna. Menjadi peri cantik hinggap di bunga, menjadi putri manis yang menunggu dalam pondok mungil di hutan. Tak lama, pangeran berkuda putih pun datang dengan gagahnya, tak lupa membawa setangkai bunga yang ia sembunyikan rapi di balik jubah anggun. Lengkap kebahagiaan putri itu. Bak ratu dalam istana impian.

Namun kejadian tak semulus itu, sang pangeran ternyata baru saja belajar berkuda, dan kudanya pun baru belajar berlari dan bergaya. Saat kuda ingin bergaya dan ia mengayun-ayunkan kedua kaki depannya di udara layaknya kuda perang siap dalam pertempuran, pangeran gugup dan terpelincir. Ia terjerembab dalam tanah hutan yang masih basah oleh hujan, bunga apiknya pun ikut merasakan lumpur. Kemudian dengan agak sungkan, ia menyerahkan bunga lumpur itu kepada sang putri. Putri manis bahagia dengan pemberian tulus pangeran, dan ia ingin berjalan cepat menujunya. Sayang gaun barunya dijahit agak kepanjangan dan ia baru saja belajar memakai highheels, kaki satunya menginjak bagian depan bajunya. Dan hasilnya sama dengan pangeran! Berbaur lumpur depan pondok rumahnya.

Wahai diri, mimpi memang indah, dan jangan pernah takut bermimpi! Tinggikan mimpimu. Namun sadar pula, bahwa kau juga membawa konsekuensi dari mimpi itu. Dan jalan itu tak semulus tol. Terjatuh, tersandung, terjerembab, itu pasti. Kabut pagi tak kalah untuk menemani dan menutupi jalan itu. Jenuh tak lupa untuk menghampiri. Pangeran-pun tak sesempurna harapan, putri-pun sesungguhnya masih belajar.

Ya, hanya orang yang mau berusaha lebih yang akan berhasil. Mau bersabar untuk terus tetap berjuang dan bertempur untuk meraih mimpinya. Kabut semakin tebal, pertanda semakin dekat pula kepada waktu dimana ia akan hilang. Terus belajar, berusaha, dan bertawakkal. Dan rasakan kenikmatan indahnya perjalanan menuju mimpi. Lengkungkan senyum indah penuh optimins. Secantik senyum putri yang terus belajar.

*Menulis dalam rangka menghibur dan mensugesti diri. semangat!!! ^^ jangan berhenti dan lakukan yang terbaik!!

Tuesday, November 29, 2011

Supir Angkot Kualitas Supir Taksi - tak perlu menunggu kaya untuk berbuat baik

Berkisah tentang supir angkot, pastinya kejadian ini berlangsung di angkot (lagi-lagi angkot). Sepertinya semakin lama bersahabat dengan angkot dan menulis kisah persahabatan ini, aku bisa menerbitkan buku bertema angkot (hehehe). Kali ini aku menaiki angkot U dengan tujuan Raya Rungkut Kidul, awalnya aku bertanya,"Lewat Raya Rungkut Kidul Pak?" "Iya mba.", lalu aku pun naik angkot itu.

Disana sudah ada dua mas-mas lengkap dengan peralatan heboh topeng monyet, dan ada seorang mba yang dari penampilan rapi-berkemeja-dan berdandan cantik pastinya seorang pegawai kantoran. Kemudian berturut-turut naik bapak berusia sekitar 35 tahun, 3 orang pengamen lengkap perabotan gitar, krincingan, plus galon aqua kosong. Angkot mulai penuh sesak, dan akhirnya berjalan. Tak lama muncul bapak dan ibu, akhirnya saya terjepit dengan posisi kurang menyenangkan. Lengkung bibir yang dimulai dari lengkung ke atas, berubah menjadi datar, dan beringsut cepat menjadi lengkung ke bawah. Kalau sudah begini, ingin rasanya ada angkutan umum spesial perempuan ;)

Menahan dengan susah agar tidak bertambah kelengkungan bibir ke bawah, akhirnya satu persatu penumpang turun. Saat 3 pengamen turun dan memberikan uang, Pak Supir spontan menjawab riang,"Terima kasih, terima kasih banyak.." Aku heran, padahal uang yang diberikan hanya dua lembar seribuan ditambah beberapa koin. Di angkot itu hanya tersisa bapak usia 35tahun-an dan aku, serta pak supir tentunya.
Bapak itu mendekati pak supir dan akhirnya mereka berdua seketika berbincang layaknya teman yang sudah akrab.

"Iya Pak, kita harus pintar membaca, yaa orang penghasilannya sekian, ya kita harus membantu. Tidak mengapa diberi sedikit." Pak Supir memulai pembicaraan.
"Iya benar-benar."Bapak usia 35 tahunan berbaju kaos merah tanpa lengan itu menimpali.

Diam-diam aku kagum dengan Pak Supir ini, ia tak protes bahkan berterima kasih hanya dibayar tidak seberapa oleh pengamen itu--awalnya aku kurang sabar dengan angkot ini yang suka menunggu penumpang hingga penuh dulu baru mau berangkat. Pembicaraan antara pak supir dengan bapak kaos merah terus berjalan, mulai dari kita harus pandai membaca, Indonesia bobrok, kualat tidak menang sepakbola, dan lebih rumit lagi, entah aku sampai tak tahu mana yang bicara, pak supir atau pak kaos merah dengan kecepatan mereka berbicara disertai luar biasa luasnya topik pembicaraan mereka.

"Jadi Pak, kalau di Korea itu pejabatnya siap mati."
"Iya Pak, disin beda, malah masuk bintara saja perlu 25 juta."
"Bener-bener, sudah bobrok, disini yang diadili sama yang mengadili sama-sama maling, sama-sama korupsi."
"Ini kasus century saja belum selesai."
"Ditambah kasus Marsinah yang dulu, sekarang kasus pembunuhan di universitas X."
"Bobrok Indonesia, kita harusnya menghargai para pahlawan kita."
"Makanya, kemarin Indonesia kualat, sepakbola kalah."
"Ta doain Indonesia tsunami, habis, ga apa saya ikut mati, yang penting saya hatinya bener."
"Kalau di luar negeri, ada kampung khusus WNA, ga kayak di Indonesia semua berbaur. Bisa-bisa nanti WNA angkat senjata karena merasa jumlah banyak dan bisa menang."
"Wah, Indonesia memang sudah di ambang batas."
%$#%^@&*((*!!!

Fiuh, aku sampai terhipnotis mengikuti pembicaraan mereka, alur cepat, satu topik dijawab dengan topik lain, mulai pahlawan, pejabat, pembunuhan, maling. Sampai akhirnya pak supir menanyakan,

"Mau kemana memang mas?"
"Saya mau ke Medaeng pak, nanti oper angkot apa ya?"
"Lho, ga apa saya antar saja ke Medaeng, memang disana mau ngapain?"
"Saya mau ambil telur disana, nanti saya jual telurnya. Ga usah pak, saya oper angkot aja."
"Ga usah, ga apa, saya antar ke Medaeng. Ayo sini bapak pindah duduk depan saja."

Wah, aku terpukau dengan kedekatan spontan mereka. Terbius! Dan kembali sadar saat bapak tersebut tidak melupakan ada seorang lagi diangkotnya,"Turun mana mba?"

"O,o saya turun Raya Rungkut Kidul pak."dengan gagap saya menjawab.
"Lho, mba, ini sudah kelewatan jauh, mba ga bilang tadi turun mana, mba cuma tanya lewat ga, ya saya jawab lewat, harusnya mba tadi bilang saya ga tahu pak, saya minta diturunkan di Raya Rungkut Kidul, bla bla bla.."

Dengan pasrah aku mengiyakan wejangan pak supir seperti seorang anak yang patuh dinasehati orang tuanya. Yah, aku hanya harus turun dan oper angkot U dengan arah berlawanan.

Dan hal tak terduga terjadi, bapaknya memutar balik angkot dan mengantarku ke tujuan awal-Raya Rungkut Kidul. Disitu aku menyadari, wah wah, bener-bener, kamu jauh sekali nyasarnyaaaa Dela!! Jauh jauh jauh! Dengan bodohnya menyesal dengan diri sendiri yang terbius mendengarkan obrolan mereka berdua tanpa memperhatikan jalan...

Angkot U lain akhirnya muncul, dan pak supir berkata,"Naik oper yang ini ya mba, saya mau langsung ke Medaeng." Ketika aku mau membayar ongkos-dan sudah kuniatkan untuk membayar lebih-bapak tersebut bilang,"Tidak usah mba," dan langsung tancap gas, meninggalkan aku yang masih terbengong di pinggir  jalan terkesima dengan kejadian di angkot tadi.

Masya Allah, baik sekali pak supir ini. Mulai menerima ongkos dari pengamen yang kecil, mengantarkan orang yang baru dikenal ke Medaeng, plus mengantarkanku putar balik ke tujuan semula tanpa mau dibayar! Jiwa yang lebih mulia dari supir taksi, mengantar ke tempat tujuan, dengan imbalan sekenanya.

Bapak, mungkin imbalan untukmu hanya pantas diberikan olehNya. Ya Allah, berikanlah ia rezeki yang berkah, berikan balasan untuk setiap kebaikannya, dan semoga banyaaaaak orang lagi yang sebaik dan lebih baik dari bapak itu.

Teman, tak perlu menunggu kaya untuk berbuat baik..Lihatlah bapak ini.

Ehm, Pak, Maaf Rokoknya...

Agak kesal dengan diri sendiri, kenapa begitu susah memberitahu orang lain keinginan dalam hati. Kejadian berlangsung di angkot sore ini (lagi-lagi di angkot). Dua orang bapak-bapak naik dan dengan entengnya menghisap rokok, ya menghisapnya ga masalah bapak, yang masalah adalah menghembuskan asapnya...>_<

Ingin rasanya mengutarakan,"Ehm, bapak, maaf, bisa tolong dimatikan rokoknya?", atau dengan sesuatu yang lebih ekstrim,"Hayo, nanti bapak saya tuntut lho di pengadilan akhir karena membuang asap rokok sembarangan.." Tapi tetap saja, itu hanya berhenti sebatas teriakan hati, tanpa terucap satupun di mulut. Hanya bisa memasang muka,"Bapak, saya terganggu lho sama asapnya, kalau asapnya bapak telan mah ga masalah."

Teman, bagi yang mempunyai pengalaman bagaimana cara memberitahu tanpa menyakiti hati sang perokok di tempat umum ini, mohon dibagikan. Bapak, semoga tidak banyak orang yang kesal dengan asap rokok beterbangan itu..

Indonesia Sehat! semangat!!! Semoga bisa dimulai dari hal kecil, dengan berani berkata,,"Ehm, Bapak, maaf rokoknya..."

Monday, November 28, 2011

Brisingr!


Seri ke-3 dari tetralogi Inheritance ini membuatku terbang ke Alagesia selama beberapa hari. Christopher Paolini berhasil menyihirku pergi ke tempat antah berantah dan merasa dekat dengan Du Weldenvarden, hutan-hijau-padat-kharismatik berusia ribuan tahun milik para elf dan dibutakan pesonanya oleh Isidar Mithrim, bintang safir bikinan pada kurcaci di Farthen Dur, dan seperti merasakan deru angin saat Saphira-naga Eragon dengan lincah bermain udara.

Menyenangkan berpetualang dan berimajinasi dengan sesuatu yang sejuk dan luas--hutan, bebatuan, dan langit. Terdapat peta di awal buku yang menggambarkan hamparan Alagaesia--yang menurut temanku yang lain itu sudah biasa dan terdapat di game-game kebanyakan. Yah, menurutku peta itu cukup bagus mengingat jarang berhubungan dengan game sehingga tidak tahu seberapa bagus peta yang ada di game-game itu.

Dengan kalimat deskriptif yang luar biasa--walaupun kadang membuatku berpikir lebih untuk mencernanya, Paolini berhasil membuat serangkaian cerita rumit yang apik, yang membuatku kagum bagaimana mungkin seseorang bisa berimajinasi sebegitu hebat membuat cerita panjang-rumit-dan menarik untuk dibaca. Tidak sabar menantikan Inheritance, seri terakhir setelah Eragon, Eldest dan Brisingr. Semoga mendapatkan akhir cerita yang tak kalah apiknya dengan awal dan tengah cerita.

Rasanya, hubungan benak Eragon-Saphira mirip dengan hubungan persahabatanku dengan Toshi-laptop yang setia menemani dan membantuku (*KTT: khayalan tingkat tinggi). Semoga bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dengan Toshi ini.

Atra esterni ono thelduin, Eragon Shur'tugal.

Sheila

Kegemaranku bercengkrama dengan laptop sejenak tersingkirkan beberapa waktu yang lalu. Si Toshi (nama buat lepi yang setia menemaniku) sakit, perlu di MRS (masuk rumah sakit) selama beberapa hari. Untunglah ada beberapa buku yang tetap membuatku berimajinasi ke dunia bebas. Sheila, Luka Hati Seorang Gadis Kecil inilah yang menemani selama seharian penuh.

Torey Hayden menceritakan begitu apiknya tentang proses pendekatan dan 'penjinakannya' terhadap Sheila, gadis berumur 6 tahun dengan IQ 180 yang baru saja membakar seorang anak laki-laki berusia 3 tahun hingga nyaris tewas. Tidak hanya harus menjinakkan Sheila, ia juga harus meladeni 8 orang anak didik spesialnya yang lain, ada yang autis, skizofrenis, fobia, buta, dan lain-lain. Beruntung, ia ditemani oleh seorang pria migran dan siswa SMP yang bersedia membantu di sela aktivitas sekolahnya.

Pendekatan dimulai dari hari-hari awal Sheila yang penuh dengan gencatan senjata--diam seribu bahasa, dan dihari berikutnya ia membuat sebuah kemajuan dengan menggemparkan seisi kelas. Ia mencongkel mata ikan--salah satu hewan peliharaan di kelas tersebut, dan membuat semuanya berantakan! Namun lambat laun ia mulai lunak, dan sedikit demi sedikit dapat berbaur dengan yang lain.

Yang membuat menarik buku ini adalah keterusterangan Torey tentang dirinya dan kehidupannya dengan anak didiknya dan cara yang ia lakukan untuk 'menaklukkan' kelasnya. Ia juga jujur dalam menceritakan kesukaan ataupun ketidaksukaannya terhadap beberapa pihak disekitarnya dan itu yang membuatku larut dalam tiap kata buku tersebut.

Salah satu yang kupelajari dari buku tersebut adalah proses belajar yang ia lakukan dengan anak didik spesialnya. Awal pagi ia memulai diskusi dengan tema ringan, terkadang diskusi tersebut dapat menjadi penyelesaian masalah diantara mereka. Setelah itu dilanjutkan dengan pelajaran formal, matematika, menulis dan lainnya. Serunya, setiap rabu sore ada kegiatan memasak bersama. Mereka memasak menu sederhana dan favorit yang mereka suka, salah satunya pisang lapis coklat! Yummy..!

Kotak Jin! adalah hal yang bagus untuk diterapkan pula untuk pembelajaran. Setiap sore, sebelum sekolah usai, setiap anak menulis di kertas, apa yang perbuatan baik yang temannya lakukan hari itu dan apa yang ia senangi dari temannya. Kemudian keesokan harinya, semua kertas terkumpul di kotak jin akan dibacakan. Setiap anak akan senang dengan apresiasi positif yang diberikan teman lainnya, dan ia belajar bagaimana memperhatikan orang lain dan diam-diam juga bisa mencontoh perilaku baik tersebut.

Satu hal terakhir yang dapat kuambil dari buku ini, mengajarlah dengan hati, karena hati hanya bisa disentuh dengan hati pula. ;)

Sunday, November 27, 2011

Kreasi FONT!

Menyenangkan sekali berkreasi dengan font. Kamu bisa mengekspresikan diri dengannya.
Ada juga klasifikasinya (menurutku), yaitu font untuk buku, font sertifikat, font poster.
Waaaah, rasanya seperti pergi ke lautan kreasi^^ ketika melihat banyak font baru.
Tipsnya, dalam 1 poster gunakan font paling banyak 5 jenis. Dan pilih font-mu, gunakan itu dalam banyak hal pribadimu, contoh kartu nama, blog, agar punya branding. Ooh, itu font Ella (maksudnya yang biasa Ella gunakan, misalnya).

Liiiiikeeee this! Experiment with fonts

Proyek hari ini : mendownload font sebanyak-banyaknya, kemudian klasifikasi berdasar abjad, selanjutnya kreasi dengannya.

Friday, November 25, 2011

New, Fresh and Healthy ;)

Mungkin--ya sudah saya putuskan saat ini juga--'New Fresh and Healthy' menjadi salah satu tema dari blog baru saya ini. Sebelum ini, saya sudah mempunyai tempat curhat yaitu di dellasgarden.tumblr.com, dan sekarang bertambah lagi kebun saya di dellasgarden.blogspot.com.

Tulis menulis, salah satu hal yang baru saya kenal dan senangi sejak kuliah, yaitu sekitar lima tahun yang lalu, dan akan saya tekuni pula setelahnya dan seterusnya. InsyaAllah! Agar menjadi manfaat, berbagi ilmu, dan mengalir. Karena akan menjadi tak jernih ketika menggenang, air akan bermanfaat ketika mengalir. Blog ini semoga menjadi tempat share ilmu walau tak bertemu. ;)
 
Copyright (c) 2010 dellasgarden. Design by WPThemes Expert
Themes By Buy My Themes And Cheap Conveyancing.